Yesus Membutuhkan Anda? Anda ini sedang Sombong atau Ge Er ? – Rekoleksi Emmaus Journey angkatan ke 5 Gereja St. Odilia Paroki Citra Raya

SMP Tarakanita Citra Raya, 22 April 2018

Oleh : Sutopo Yuwono

Benar nih, acaranya dimuai jam 7?

“Acaranya benar jam 7”, begitu bunyi pesan singkat melalui WA dari salah seorang kawan.

“ Mbak A masih njemur pakaian”, ucap salah seorang peserta pada ketika bertemu di area parkiran SMP Tarakanita – Citra Raya , Tangerang, minggu 22 April 2018 sekitar jam 7 pagi.

Meski ada yang ragu apakah mungkin acara bisa dimulai jam 7, tapi ada beberapa orang peserta yang hadir ke lokasi kegiatan Rekoleksi Emmaus Journey angkatan ke 5 , Gereja Santa Odilia , Paroki Citra Raya tepat pada jam 7 pagi, sesuai jam yang tertera pada undangan. Lain-lain pandangan peserta menanggapi undangan dari panitia untuk hadir pada jam 7 pagi, lain-lain pula aktivitas dan kesibukan sehari – hari peserta, sehingga tidak semua peserta bisa hadir tepat jam 7 pagi, tetapi tentu saja hal tersebut tidak mengurangkan kegembiraan dan esensi dari acara rekoleksi itu sendiri.

Terlihat pula para panitia yang hingga pada jam 7 lebih juga masih sibuk mempersiapkan berbagai perlengkapan. Bahkan ketika beberapa menit sebelum acara dimulai, tim musik masih kebingungan karena ternyata sound system yang diperlukan tidak berfungsi. Tampak Juga tim multimedia masih sibuk mempersiapkan texs lagu yang akan ditampilkan lewat proyektor, tapi Puji Tuhan, meski tak lepas dari berbagai kekurangan, acara tetap bisa berjalan dengan menggembirakan.

 

Kita Emmauser, kita Indonesia

 Sekitar 5 menit sebelum jam 8, acara dibuka oleh MC dengan mengajak seluruh peserta dan panitia untuk foto bersama di atas panggung. Sesaat setelah peserta kembali ke tempat duduk Suasana riuh seketika sirna, berubah menjadi teduh dan khidmat ketika lagu Indonesia Raya dikumandangkan bersama-sama di dalam sanubari masing-masing peserta.

Tak ketinggalan, mars Emmaus Journey juga turut dilantunkan. Sempat ada insiden salah ambil nada, seusai intro diambil oleh pemusik, tapi kemudian segera diulang , dan hasilnya tidak jauh beda, peserta dan panitia masih belum kompak menyanyika mars bersama-sama. Baru setelah diulang untuk yang ke 2 semangat berkobar – kobar peserta dapat berasa di dalam alunan mars Emmaus Journey. Tak sampai di situ, kali ini mars Emmaus Journey dilantunkan untuk ke 3 kalinya dengan gerakan tangan yang penuh semangat.

 

Motivasimu apa?

Mengawali sesi pertama, Romo Asran SSCC bercerita tentang kisah dan motivasi awal beliau memutuskan masuk biara. Dengan gaya bahasa bercanda, Romo bercerita bahwa sebelumnya tidak ada niat menjadi Romo, tapi karna “dijebak” oleh seorang kawan, agar masuk SSCC dengan diiming – imingi bahwa dengan masuk SSCC, setelah langsung akan bisa ke luar negeri.

Begitu juga dengan kawan-kawan emmauser, tentu saja masing-masing peserta mempunyai motivasi yang berbeda – beda ketika memutuskan mengikuti Emmaus Journey dan pelayanan lainnya di Gereja. Tetapi apapun motivasi awalnya, tak jadi soa, akan menjadi sesuatu yang berguna bila ada campur tangan Tuhan di Dalamnya. Kira – kira seperti itu awalan dari Romo Asran saat memulai sesi yang dibawakannya.

 

Apakah Yesus membutuhkanku?

 Pada rekoleksi kali ini, Romo Asran tidak ingin banyak menyampaikan materi, dan bahkan tidak membawa catatan yang ingin disampaikan? Romo justru memberikan 3 buah pertanyaan untuk dijawab para peserta dalam kelompok. Pertanyaannya adalah sebagai berikut :

  1. Apa yang terlintas dalam pikiran anda saat ini?
  2. Apa saja permasalahan di dalam pelayanan di lingkungan tempat tinggal anda dalam hidup menggereja?
  3. Apakah Yesus memerlukan anda untuk hadir dalam permasalahan – permasalahan tersebut?

Selama kurang lebih 20 menit, peserta berdiskusi dalam kelompok dan menjawab pertanyaan – pertanyaan tersebut, setelah dirasa cukup, peserta mengumpulkannya kepada panitia untuk direkap.

Setelah break selama kira-kira 20 menit, peserta diajak kembali masuk ke aula untuk membahas jawaban – jawaban yang telah dikumpulkan. Menanggapi jawaban pertanyaan pertama, Romo Asran mengajak peserta untuk melihat kembali jawaban – jawaban yang telah dikumpulkan dan ditampilkan di layar proyektor. Menariknya, ada 20 jawaban yang ternyata hampir semuanya merupakan pernyataan positip, sedikit sekali ditemukan pernyataan negatif, Romo berkata bahwa hal tersebut membuktikan bahwa apa yang ada dipikiran peserta saat itu positip.

Tidak berhenti sampai di situ, Romo Asran menyatakan bahwa sebenarnya sedang mengorek informasi tentang peserta. Kalau sekarang jadi lebih rajin baca Kitab Suci, berarti sebelumnya malas baca Kitab Suci; kalau sekarang jadi lebih sabar dan tidak mudah emosi, berarti sebelumnya tidak sabar dan emosian, kurang lebih begitu celoteh Romo Asran menyindir peserta. Tentu saja bukan sindiran karna rasa benci atau tidak suka, melainkan sebuah kemesraan layaknya seorang Bapak dengan anaknya.

Untuk pertanyaan ke 2, juga ada 20 jawaban, yang semuanya adalah permasalahan – permasalahan hidup menggereja yang terjadi , yang diungkapkan secara gamblang oleh peserta. Ketika dibuka kesempatan menambahkan, ternyata ada 10 lagi permasalahan yang disampaikan secara sepontan. Merespon pernyataan – pernyataan tersebut, Romo Asran Berkata kalau 145 peserta hadir dibagi jumlah permasalahan – permasalahan tersebut, maka akan ada setidaknya 4 orang yang bisa hadir dalam tiap – tiap masalah, jika bersedia hadir dalam permasalahan tersebut, beres. Tinggal anda mau jadi orang upahan atau gembala?

Tiba giliran menjabarkan jawaban pertanyaan ke 3, semua jawaban berkata ya, saya dibutuhkan Yesus untuk hadir dalam persoalan – persoalan tersebut melalui cara yang beraneka ragam.

“Kalian ini sedang sombong atau Ge Er?”, begitu celoteh Romo Asran menanggapi jawaban dari peserta dengan senyum dan tawa nakal khas Romo Asran yang terkadang menjengkelkan, tapi di sisi lain seringkali bikin kangen umat Gereja St. Odilia “yakin, Yesus membutuhkan anda?” Lanjut Romo Asran memancing diskusi dengan peserta.

“Ini bukan sedang sombong atau Ge er Mo, bukan saya yang merasa bahwa Yesus membutuhkan saya, tapi karena Kasihnya, maka Yesuslah yang telah menunjuk saya”, kurang lebih begitu sanggahan peserta menanggapi pancingan dari Romo, kemudian menunjuk kan kutipan ayat yang tertulis jelas pada banner di belakang panggung.

Yesaya 6 : 8  

Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus , dan siapakah yang mau pergi untuk Aku? ” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!”

Interaktif, merangsang diskusi, mengajak berfikir dan menjelajah jauh ke dalam lubuk hati masing-masing untuk menemukan jawaban atas permasalahan – permasalahan yang terjadi. Jika boleh dideskripsikan, kurang lebih seperti itu Romo Asran membawakan rekoleksi saat itu.

Acara dipuncaki dengan Perayaan Ekaristi. Didalam perayaan ekaristi, panitia mengumumkan bahwa sudah terbentuk kepanitiaan baru untuk EJ angkatan 6. Pada kesempatan tersebut, penitia mengundang para panitia yang sudah terpilih untuk maju ke depan guna memohon berkat Tuhan.

Kemudian dilanjut dengan foto bersama per kelompok yang terbentuk pada awal kegiatan, dilanjut foto per wilayah dan pengumuman sekaligus penyerahan hadiah lomba foto , diakhiri dengan makan siang.

Proviciat kepada Panitia EJ angkatan ke 5 , Congratulation kepada para peserta EJ angkatan 5 yang telah menyelesaikan pertemuan hingga buku 3, Sampai jumpa di sesi 7 last word hingga 7 minggu ke depan.

Selamat bertugas panitia EJ angkatan 6, Tuhan memberkati kita semua. (stpywn)