Malu? Membuang Sampah Sembarangan

Oleh : Febri (Kriwil)

Siang itu, Saat berjalan menyusuri pelataran Gereja tiba – tiba langkah kaki ini terhenti saat melihat banyak sampah yang berserakan berada di sekitar Gereja. Miris bukan melihat banyak sampah yang berserakan di Gereja? Sebagai umat Katolik, sudah semestinya kita menjaga kebersihan Gereja, minimal dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Gereja itu bukan milik perorangan, bukan hanya milik Romo atau milik anggota dewan saja, Gereja itu milik kita bersama, umat Katolik. Membuang sampah sembarangan, apalagi di pelataran atau terlebih lagi di dalam Gereja itu sangat tidak pantas. Kalau bukan kita umat Katolik, siapa lagi yang kita andalkan untuk menjaga kebersihan Gereja? Kita mengerti bahwa petugas kebersihan Gereja sudah terlampau lelah dengan harus mengurus pastoran, Gereja dan gedung Damian. Kalau kita lihat itu memang sudah menjadi tugasnya, yaitu membersihkan bangunan dan area Gereja, tapi Tidak ada salahnya jika kita turut meringankan tugas mereka dengan membudayakan membuang sampah pada tempatnya.

Ada Firman Tuhan yang tertulis di Kolose 3 : 23 “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Firman itu bisa di jadikan patokan kita dalam berbuat segala sesuatu. Termasuk berbuat untuk TIDAK MEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN DI PELATARAN GEREJA.

“Mata Tuhan melihat apa yang kita perbuat, berbuat yang baik, berbuat yang jahat oleh sebab itulah jangan berbuat ingat Tuhan melihat”

Saat kita berusia anak-anak rasanya tidak asing dengan lirik lagu diatas. Dari lirik lagu tersebut, dari usia anak-anak kita sudah diajarkan untuk berbuat baik Karna segala sesuatu yang kita perbuat semasa hidup kita diketahui Tuhan.
Dan saat kita membuang sampah pada tempatnya atau menjaga kebersihan gereja dan tidak ada satu pun manusia yang tau tetapi Tuhan tau. Tuhan sudah mengajarkan kita untuk berbuat seolah olah apa yang kita lakukan hanya untuk menyenangkan hati Tuhan. Lalu kalau ada yang berfikir “ apa hubungannya dengan membuang sampah pada tempatnya, apa Tuhan senang saat kita membuang sampah pada tempatnya?”

Sederhana sekali untuk di jawab, sepertinya banyak yang tau bahwa Tuhan mengajarkan kita untuk selalu berbuat baik. Perilaku menjaga kebersihan atau membuang sampah di tempatnya adalah perbuatan baik. Dan Tuhan cinta dengan setiap kita yang selalu berbuat baik. Jadi mari sebagai umat Katolik di paroki St. Odilia, kita berbuat baik dengan membuang sampah pada tempatnya. Mari kita berbuat baik dengan cara meringankan beban petugas kebersihan Gereja kita dengan tidak membuang sampah sembarangan, karena Gereja adalah milik kita bersama, sehingga harus di jaga bersama-sama.

“Mari menjaga keindahan sekitar gereja dengan tidak membuang sampah sembarangan.