Gereja Santa Helena

Jadwal Misa

  • Harian : 06.00 WIB

    gereja-st-helena-curug

  • (Senin, Selasa, Kamis Jumat)
  • Jumat Pertama : 12.00, 19.00 WIB
  • Sabtu sore : 17.30 WIB
  • Minggu : 07. 00, 09.00 pagi, 17.30 (sore)

 

Melangkah dalam Keberagaman yang Hidup

Letak gerejanya di tengah permukiman Lippo Karawaci sering membuat orang keliru menilai umat Paroki Santa Helena, Curug Tangerang. Mereka mengira sebagian besar umat paroki yang beralamat di Perumahan Taman Permata Jl. Permata Kasih VI Blok C-12 No.1, ini memiliki tingkat ekonomi yang kuat.

“Umat Helena bukan hanya Lippo. Umat Helena terdiri dari beragam latar ekonomi, mulai yang kuat sampai yang lemah,” kata Pastor Paroki Santa Helena, Barnabas Nono Juarno, OSC. Disepanjang pinggiran jalan Islamic atau Jalan Raya Legok misalnya, terdapat rumah-rumah petak berkamar tunggal yang di huni oleh keluarga Katolik. Ini, menurut Pastor Nono, merupakan tantangan sekaligus peluang dalam menghadirkan semangat pastoral gembala baik dan murah hati.

Keberagaman memang menjadi ciri paroki yang diresmikan pada Minggu, 1 Oktober 2006 oleh Uskup Agung Jakarta, Julius Kardinal Darmaatmaja, SJ ini. Selain dalam aspek kehidupan perekonomian, terdapat juga keberagaman usia. Mulai dari lanjut usia (lansia) hingga bayi. Mayoritas umat Paroki Santa Helena adalah keluarga muda yang tingkat mobilitas kesehariannya sangat tinggi.

Sisi keberagaman lain yang menonjol adalah dalam bidang suku, budaya, dan asal-usul. Umat Paroki Santa Helena terdiri dari etnis Tionghoa, Jawa, Flores (Flobamora), Batak, Manado dan lain-lain. Tak ketinggalan umat “ekspatriat”. Meski memberikan tantangan pastoral tersendiri, sejauh ini keberagaman itu telah sangat meramaikan dan memperkaya dinamika berparoki. Bercermin pada beberapa kali Misa inkulturasi, yang digelar pada tahun 2013 silam misalnya, kekayaan kebhinekaan itu sangat terasa dan mengesankan sekali. Berbagai ornament dan nilai budaya asli umat hadir memeriahkan perayaan Ekaristi di paroki Santa Helena.

 

Lansia, Koperasi, dan Gua Maria

Selain pelayanan pastoral umum, pelayanan pastoral dan kegiatan berbasis kelompok-kelompok kategorial sangat hidup. Sebut misalnya BIA, BIR, OMK, WKRI, Lansia, CFC

( Couple for Christ)., ME (Marriage Encounter), KPK (Komunitas Pria Katolik), dan lain-lain. Di Helena, kelompok Lansia memiliki dinamika organisasi yang sangat hidup. Secara rutin mereka melakukan kegiatan bersama, seperti latihan koor, berdoa bersama, ziarek, retret, pendalaman iman bersama dan kegiatan sosial-karitatif seperti program bedah rumah. Tak ketinggalan musik angklung lansia yang selalu memeriahkan acara-acara di gereja.

Sejak berdirinya, Paroki Helena memberikan perhatian pada pelayanan sosial-karitatif, terutama melalui komisi PSE. Di antaranya : pelayanan kesehatan gratis setiap Minggu bagi umat dan warga sekitar, pelayanan pendidikan (ASAK), pelayanan bantuan sembako, pelayanan bantuan modal usaha.

Dan mulai 30 Juni 2014, koperasi simpan pinjam tau Credit Union dengan nama Cipta Sejahtera beroperasi. Dasar pemikirannya adalah memberdayakan umat dengan menabung, membangun dan mengembangkan potensi kemampuan ekonomi anggotanya (umat), meningkatkan kesejahteraan sekaligus kepercayaan antar anggota, serta memberikan kesempatan kepada yang mampu secara ekonomis membantu yang membutuhkan tanpa harus kehilangan tabungannya.

Untuk kegiatan liturgis dan devosional, umat sangat dibantu oleh keberadaan gedung gereja dan GKP ( Gedung Karya Pastoral) yang luas dan ber-AC, ditunjang lahan parkir yang luas. Gua Maria Alfa Omega yang terletak di belakang gereja juga sering dijadikan tempat ziarah dan doa oleh umat paroki lain, bahkan dari luar daerah seperti Bandung dan Jakarta. Selain luas, gua Maria ini terasa teduh oleh pepohonan yang rindang.

Bersama dengan seluruh umat Keuskupan Agung Hjakarta, umat Paroki St. Helena sebagai persekutuan dan gerakan umat Allah bercita-cita mejadi pembawa sukacita Injili dalam mewujudkan Kerajaan Allah yang Maha Rahim dengan mengamalkan Pancasila demi keselamatan manusia dan keutuhan ciptaan.

(Sumber : Buku Dua Belas Wajah Paroki Dekenat Tangerang – 2016)