Gereja Santa Monika

Sejarah

Paroki Serpong – Gereja Santa Monika disahkan berdasarkan Dekrit Keuskupan Agung Jakarta No. 1794A/.25.3/1995 tertanggal 3 November 1995 tentang peningkatan status Stasi Ascencio menjadi Paroki Serpong dengan nama pelindung Santa Monika dengan Ketua Dewan Paroki Santa Monika yang pertama adalah Pastor Yosef Gandi OSC.

Pada 1995, awal berdirinya, jumlah warga Paroki Serpong 1.035 KK. Pada 2015 berdasarkan data di sekretariat paroki, jumlah umat yang terdaftar sebesar 5.200 KK yang terbagi dalam 29 Wilayah dan 135 Lingkungan. Sesuai dengan perkembangan area Serpong, Paroki Santa Monika telah di mekarkan tiga kali dan menghasilkan tiga paroki yaitu Paroki Santa Odilia Citra Raya, Paroki Santa Helena Karawaci, dan Paroki Santo Laurensius Alam sutera. Dan pada 14 Juni 2015 Wilayah Villa Melati Mas telah menjadi Stasi Ambrosius dan Gereja Santo Ambrosius akan diberkati oleh Uskup Agung Jakarta pada 20 Desember 2015 dan dipersiapkan menjadi sebuah paroki hasil pemekaran Paroki Santa Monika.

Aktivitas Umat

Dalam beberapa tahun terakhir ini, aktivitas umat di Gereja Santa Monika luar biasa aktif. Misa Sabtu Minggu, dilaksanakan enam kali, semua Misa dipenuhi oleh umat, kecuali Misa Sabtu malam pukul 19.30 yang tidak terlalu penuh. Setiap malam dari Senin sampai Jumat selalu ada kegiatan di gereja. Mulai dari kegiatan kelompok kategorial, seperti PDKK, Legio Maria, Pria Sejati Wanita Diberkati, Kursus Evangelisasi Pribadi, Kursus Pendalaman Kitab Suci(Pikat), Emmaus Journey, Meditasi, dan lain-lain.

Demikian juga rapat-rapat pengurus yang diselenggarakan oleh Seksi dan Sub Seksi sehingga praktis semua ruangan digereja dipakai untuk beraktivitas. Dan mulai tahun 2015 ini, Kursus Pendalaman Kitab Suci (KPKS) St. Paulus juga membuka kelas di BSD dengan pertimbangan bahwa setiap kelas KPKS yang dibuka, banyak dipenuhi oleh umat Paroki Santa Monika. Dengan bangunan gereja yang sederhana, fasilitas gereja yang pas-pasan, umat Santa Monika tetap aktif. Tampaknya pemberian nama Santa Monika oleh Almarhum Mgr. Leo Soekoto SJ sunguh-sungguh memberikan teladan dan semangat dalam hidup menggereja bagi umat Paroki Santa Monika.

Gua Maria Luber Rakhmat

Salah satu yang menarik di Paroki Santa Monika adalah Gua Maria Luber Rakhmat. Gua Maria yang terletak di sebelah kanan gedung gereja memang tersembunyi oleh bangunan pastoran. Namun demikian, gua Maria ini tidak pernah sepi, selalu saja ada pengunjungnya. Menjelang Misa harianpun ataupun Misa Minggu pagi pukul 06.00 sudah ada umat yang bersimpuh di hadapan Bunda Maria. Menurut peraturan anggota security gereja, sampai malam ada saja umat yang berdoa di gua Maria. Seorang pastor seringkali duduk-duduk di pos keamanan pernah mewawancarai seorang ibu yang setiap malam datang ke gua Maria, Ibu yang bukan warga Paroki Santa Monika itu menyatakan bahwa dia sungguh memperoleh berkat melalui perantaraan Bunda Maria dengan berdoa di Gua Maria Luber Rakhmat. Dan memang bagi umat Paroki Santa Monika, Gua Maria Luber Rakhmat menjadi saluran berkat yang luar biasa.

Komsos – Majalah Komunika

Salah satu keistimewaan Majalah Komunika yang dikelola oleh tim Komsos Paroki Santa Monika adalah keberlangsungannya yang selalu hadir selama 15 tahun menjadi media paroki. Majalah Komunika mendapatkan dua kali penghargaan, yaitu pada tahun 2001 memperoleh penghargaan sebagai majalah Paroki Terbaik dari majalah HIDUP dan tahun 2014 memperoleh penghargaan INMI Awards dari Komsos Keuskupan Agung Jakarta.Tahun 2014 menjadi tahun berkat bagi Komsos Santa Monika, karena Majalah Komunika memperoleh iga penghargaan INMI Awards, sebagai est of the Best, kategori Feature Terbaik dan kategori Ilustrasi Terbaik. Dan Warta Monika – warta mingguan paroki – juga memperoleh penghargaan INMI Awards sebagai Warta Mingguan Terbaik. Tahun 2015, si bungsu Komsos, website Paroki Santa Monika juga memperoleh penghargaan INMI Awards untuk kategori Renungan Terbaik.

Orang Muda Katolik – OMK

Di Paroki Santa Monika tercatat sekitar 5.000 OMK, tetapi pada kenyataannya yang aktif kurang lebih 500 orang. Pesta Nama Santa Monika 2015 – pesta nama yang ke – 20 – adalah momentum dari “gopek ke goceng”. Itu istilah OMK yang memiliki impian dan harapan supaya dari 500 orang yang aktif menjadi 5.000 orang aktif semua. Dan benar. Dengan awal yang tertatih-tatih saat launching RUSH, akhirnya OMK Santa Monika berhasil menyelenggarakan Run for share dan Walk for share pada 16 Agustus 2015 lalu. Momentum ini menjadi salah satu kebanggaan umat Paroki Santa Monika. Dan lebih lagi, ada ungkapan syukur dari Orang Muda Katolik Santa Monika untuk berbagi. Dana hasil usaha RUSH dipersembahkan untuk teman dan sahabat yang membutuhkan melalui Program Ayo Sekolah Ayo Kuliah (ASAK).

(Sumber : Buku Dua Belas Wajah Paroki Dekenat Tangerang – 2016)

Scroll to Top