Gereja Santo Agustinus

Jadwal Misa

  • Harian : 05.45 WIB
  • Jumat Pertama : 05.45, 17.00 WIB
  • Sabtu sore : 17.00 WIB
  • Minggu : 05.30, 07.00, 09.00, 17.00 (sore)

gereja-st-agustinus-kutabumi

“Semangat Yang Tak Pernah Padam”

Paroki St. Agustinus Karawaci beralamatkan di Jl. Prambanan Raya No. 1 Perumnas Karawaci RT 01/RW 12 Kelurahan Cibodas Baru, Kecamatan Cibodas Tangerang, Telp (021) 5536972, 5916622, 55652266, Paroki ini berbatasan dengan sebelah barat laut yaitu dengan Paroki Gregorius Agung, sebelah barat daya dengan Paroki St. Odilia, sebelah selatan dengan Paroki St. Helena dan sebelah utara dengan Paroki Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda, dan mengalami sejarah yang cukup panjang selama 27 tahun ini.

Berawal dari sebuah stasi dari Paroki Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda Tangerang di tahun 1980-an dengan umat Lingkungan Emmanuel Perumnas pada saat itu sebagai umat awalnya. Ibadat Sabda di kawasan Perumnas kala itu hanya dipimpin oleh seorang prodiakon dan untuk Misa sebulan sekali dilayani oleh Pater Van der Schueren, SJ (Alm) selaku pastor pembantu (istilah sekarang pastor rekan) dari Paroki Santa Perawan Maria. Dengan berkembangnya umat pendatang maka dirasakan perlu memiliki tempat yang lebih baik untuk beribadat. Untuk mewujudkan keinginan ini, Paroki Santa Maria Tangerang bersama Pengurus Lingkungan Emmanuel Perumnas Karawaci membentuk Panitia Pembangunan Gereja  (PPG), berusaha dan mendapatkan lahan seluas 1.000 m2 yang terletak di Jl. Cisabi Perumnas 1 Tangerang, dengan Surat Keputusan dari Bapak Bupati Kepala Daerah Tingkat II Tangerang berupa Surat Izin Lokasi dan Penggunaan Tanah untuk Pembangunan Gereja di Kawasan Perumnas Tangerang dengan No. 370/PM.014.6/SIP/II/1981. Selanjutnya dibangun TK Dewi Sartika III oleh Perkumpulan Strada dan umat Lingkungan Emmanuel berikut gedung serbaguna sederhana sebagai pusat kegiatan umat.

Dengan perluasan area Perumnas, semakin banyak pula umat di lingkungan Emmanuel, sehingga perlu dibagi menjadi enam lingkungan dan dijadikan satu wilayah Emmanuel. Atas nasihat bapak Uskup Agung Jakarta, Mgr. Leo Soekoto,SJ (Almarhum) saat berkunjung ke Wilayah Emmanuel pada September 1981, tim PPG berusaha mencari tanah yang cocok untuk lahan peribadatan. Setelah mengalami beberapa proses pergantian lahan oleh pihak Perum Perumnas pada tahun 1982 – 1985 karena perluasan proyek perumahan, maka diperoleh tanah seluas 9.410 m2 yang berlokasi di Jalan Prambanan Perumnas II. Pada bulan Mei 1988, Keuskupan Agung Jakarta memberitahukan bahwa umat di wilayah Emmanuel dan sekitarnya, yaitu Wilayah Theresia (daerah Cimone) dan Wilayah Carolus Baromeus (daerah Jatake) akan dipisahkan dari Paroki Santa Perawan Maria Yang Berhati Tak Bernoda Tangerang, diserahkan penggembalaannya kepada pastor-pastor OSC (Ordo Salib Suci) Bandung yang telah bersedia untuk berkarya di daerah Perumnas dengan dibantu oleh suster-suster dari Sang Timur.

Pada 28 Agustus 1988, Uskup Agung Jakarta, Mgr. Leo Soekoto, SJ (Almarhum) meresmikan, menetapkan, dan melantik berdirinya Pengurus Gereja dan Dana Papa Roma Katolik Gereja Santo Agustinus yang berkedudukan di Perumnas Tangerang dengan Surat Pernyataan bernomor 1344/3.25.4.39/88 dan mempunyai empat wilayah baru yaitu Wilayah Emmanuel (enam lingkungan), Wilayah Theresia (lima lingkungan), Wilayah Carolus baromeus (empat lingkungan), dan Wilayah Gabriel Curug. Pada tahun 1991 Pst. Chris Tukiyat, OSC berkenan meletakkan batu pertama untuk pembangunan Gedung Aula Serbaguna (GASENA) yang pembangunannya dilakukan selama sekitar sepuluh bulan.

Tepatnya 30 Agustus 1992, Gedung Aula Serbaguna diresmikan oleh Pst. A. Istiarto, OSC sebagai Wakil Provinsial OSC.GASENA terdiri dari dua lantai yaitu lantai 1 untuk ruang-ruang kegiatan dan lantai 2 untuk kegiatan ibadat dan dapat menampung +/- 1000 umat. Pada 23  November 1995 Stasi Ascencio Serpong, dimekarkan dari Paroki Santo Agustinus menjadi Paroki Serpong dengan nama pelindung St. Monika.

Dengan berkembangnya waktu Paroki Santa Monika BSD melahirkan paroki baru, yaitu Paroki Santa Helena Curug dan Paroki Santo Laurensius Alam Sutera, sementara di daerah Citra Raya juga terdapat paroki baru yaitu Paroki St. Odilia, 24 tahun lamanya umat bersama pastor-pastor OSC yang berkarya di Paroki St. Agustinus mengusahakan dan menantikan Ijin Mendirikan Bangunan gereja. Penolakan-penolakan dari pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang mengaku-ngaku sebagai warga sekitar Gereja pun kerap terjadi.

Proses perijinan masih berlanjut sampai dengan 30 November 2011, umat Paroki bersama Pst. Bernardus Yusa Bimo Hanto OSC selaku Pastor Kepala Paroki Santo Agustinus mendapat IMB. Kegembiraan umat secara swadaya disalurkan dalam Langkah Bersama Menuju 25 tahun Paroki Santo Agustinus, bersama dengan Pst. Bernardus Yusa Bimo Hanto OSC, Pst. Rafael. M.H. Adi Pramono OSC, dan Pst Stefanus Suwarno OSC, membangun Gedung Karya Pastoral (GKP) St. Agustinus yang peletakan batu pertamanya oleh Pst. Antonius Antara, Pr pada 17 Februari 2013 sebagai tanda dimulainya pembangunan fisik yang dikerjakan oleh kontraktor PT. Delta Baja Masa dan diresmikan oleh RD. Yohanes Purbo Tamtomo selaku Sekretaris KAJ pada 15 Desember 2013.

Gedung Karya Pastoral (GKP) Paroki St. Agustinus terdiri dari dua lantai, yaitu lantai 1 untuk ruang-ruang kegiatan Dewan Paroki, seksi-seksi, kategorial dan lantai 2 sebagai aula serbaguna yang dapat dibuka tutup antar bagiannya untuk berbagai kegiatan umat dan warga sekitar gereja. Selanjutnya pada 2014 tercetuslah komitmen umat bersama untuk dapat mengumpulkan dana kembali guna pembangunan/renovasigedung gereja Paroki St. Agustinus, yang saat ini sedang dilakukan renovasinya dengan tenggat waktu selama 180 hari (enam bulan pengerjaan). Hingga saat ini, seluruh imam yang pernah dan sedang berkarya di Paroki Santo Agustinus adalah para imam OSC.

Para imam OSC bersandar pada Regula Santo Agustinus dan sudah berkarya di Indonesia sejak tahun 1927 dengan spiritualitas “ In Cruce Salus, di dalam Salib ada Keselamatan” melalui karya-karya pelayanan pastoral.

(Sumber : Buku Dua Belas Wajah Paroki Dekenat Tangerang – 2016)