Dipilih Untuk Melayani

( Oleh : Liliana Tirto )

Pada saat Romo menghubungi saya untuk melayani di ladang Tuhan sebagai seorang anggota Dewan Pengurus Harian Paroki, berbagai perasaan berkecamuk dalam hati saya. Saya tidak langsung mengiyakan ajakan Romo tersebut, tetapi saya membawa pengalaman itu  dalam doa. Dalam hati, saya sempat  bertanya: pantaskah saya melayaniMu, Tuhan? Apa  yang Tuhan kehendaki dari saya?  Saya berpikir  sudah cukup  kalau aktif  di lingkungan. Soalnya saya termasuk orang yang super sibuk. Selain sebagai seorang ibu, saya juga  bekerja di sebuah kantor di Jakarta,  pergi pagi dan pulang malam. Setelah tiba di rumah saya juga harus fokus pada keluarga dan anak-anak yang Tuhan titipkan kepada kami.

Pergumulan saya…, sanggupkah saya Tuhan……

Dalam pergumulan ini..hati nurani saya berkata” Aku akan memberi kamu kekuatan dan kesanggupan”.

Berbekal dari bisikan hati nurani itulah akhirnya saya mengiyakan ajakan Romo untuk bergabung dalam Dewan Pengurus Harian Paroki. Setelah masuk Dewan Pengurus Harian Paroki, tentunya semakin mempertajam wawasan saya tentang bagaimana melayani Tuhan dan sesama.

Tema APP tahun 2014 ini “ DIPILIH UNTUK MELAYANI” sungguh menyentuh hati kita. Sebagai pengikut Yesus saya sering bertanya pada diri sendiri, sudahkah saya melayani Tuhan dengan benar?

Tuhan Yesus sendiri sudah memberikan teladan dalam melayani, yang tertuang dalam injil Matius 20 : 28 Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang.

Dalam melayani Tuhan sebagian dari kita memiliki motivasi yang kurang baik seperti eksistensi diri, pengakuan dari umat bahwa… aku lebih dari yang lain , kalau tidak ada aku….. pasti acara itu tidak beres deh….. sampai ada yang akhirnya berselisih paham dengan rekan kerja dalam pelayanan, merasa diri yang terbaik, sampai lupa esensi dari pelayan itu sendiri yang sebenarnya adalah mengabdi dan melayani.

Ada yang berharap dengan melayani, semua urusan jadi mudah karena dekat dengan kekuasaan, atau bahkan berpikir bahwa aku…… yang pegang kuasa jadi segala urusanpun beres..hm.hm..hm… Tetapi ada juga yang memang mempunyai panggilan untuk melayani Tuhan dengan tulus hati.

Manakah yang merupakan dasar pemikiran saya dan anda dalam memutuskan untuk melayani Tuhan… ?

Mari kita selidiki hati kita masing – masing, merefleksi diri, sudahkan saya dan anda mengikuti teladan Yesus Kristus sendiri yang datang untuk melayani, bukan untuk dilayani.

Sudah pantaskah pelayananku di hadapanMu Tuhan ?

 

Apakah arti pelayanan yang sebenarnya…..

Kalau boleh saya paparkan disini , beberapa definisi pelayanan adalah

 

Pertama , Pelayanan  adalah memberi diri :

Dalam tugas pelayanan, yang pertama tentu kita harus memberikan diri kita dalam pelayanan tersebut, apapun bentuk dari pelayanan itu. Tidak mungkin orang mau melayani tetapi tidak mau memberi diri.

Ada seseorang yang menganggap bahwa jabatan itu adalah kekuasaan, yang penting dalam kepanitian namanya tercantum sebagai …. tetapi biarlah orang lain yang bekerja.

Sebagai seorang awam yang menjadi pelayan Kristus kita pun harus mendasarkan pelayanan kita seperti yang ditulis oleh santo Petrus sebagai penerus Yesus Kristus sendiri.

Petrus 5 : 2 – 4

  • Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, janganlah dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuantungan, tetapi dengan pengabdian diri.
  • Janganlah kamu berbuat seolah – olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu.
  • Maka kamu apabila Gembala Agung datang , kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.

 

Kedua, Pelayanan adalah melayani dengan hati:

Sesuai dengan teladan Yesus Kristus sendiri melayani dalam pejamuan terakhir, Yesus dengan tulus hati membasuh kaki para murid-Nya sebagai bentuk pelayanan.  Yesus juga meninggalkan jabatan ke – Allah- anNya dengan mengambil rupa sebagai seorang hamba dalam melayani.

Dalam Filipi 2 : 5 – 9 dikatakan:

  • Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus
  • Yang walaupun dalam rupa Allah , tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan.
  • Melainkan telah mengosongkan diriNya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba , dan menjadi sama dengan manusia.
  • Dan dalam keadaan sebagai manusia , Ia telah merendahkan diriNya, dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
  • Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada Nya nama di atas segala nama.

 

Ketiga, Pelayanan harus seturut kehendak Bapa di Surga :

Dalam melakukan pelayanan, jangan sampai keakuan kita lah yang kita kedepankan, namun biarkan kemulian Tuhan yang terpancar dari pelayanan kita . Biarlah nama Tuhan semakin ditinggikan melalui pelayanan kita.

Dalam Yohanes 15 : 16 dikatakan :

Bukan kamu yang memilih aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu , supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama Ku, diberikanNya kepadamu.

Semoga renungan ini bisa menjadi refleksi diri kita ,  apakah pelayanan kita sudah sesuai dengan kehendak Bapa? dan biarlah nama Tuhan semakin dipermuliakan dan terpancar, dari diri kita, dimanapun kita berada, baik itu dalam kehidupan menggereja maupun dalam kehidupan sehari hari di keluarga dan masyarakat luas.

Janganlah kita lelah melayani Tuhan karena Tuhan sendiri sudah lebih dulu melayani kita, seperti yang syair lagu dibawah ini :

 

Jangan  lelah

Bekerja dilandangNya Tuhan

Roh Kudus yang bri’ kekuatan

Yang mengajar dan menopang

 

Tiada Lelah

Bekerja bersamaMu Tuhan

Yang selalu mencukupkan

Akan segalanya

 

Reff:

Ratakan tanah bergelombang

Timbunlah tanah yang berlubang

Menjadi siap dibangun

Di atas dasar iman

 

Selamat melayani Tuhan dan sesama.

Tuhan memberkati

Leave a Reply

Scroll to Top