TEMU KOMSOS LINGKUNGAN – 2 OKTOBER 2022 (Update)

Temu Komsos Lingkungan 2022

Tema : Sinergi Komsos Lingkungan dan Paroki  dalam Pelayanan Era Digital

[Update 6 Oktober 2022 – tambahan album foto, dibagian bawah.]

Di era digital saat ini, kehidupan kita tidak terlepas dengan apa yang disebut layanan digital yang begitu mudah kita dapatkan hanya dalam genggaman sebuah telepon seluler ( HP).

Banyak akses yang dapat kita peroleh hanya dengan mengakses jaringan internet dengan berbagai kemudahan, dari sekedar bertukar berita sampai berbelanja.

Sebuah telepon seluler tidak hanya berguna sebagai alat penghubung komunikasi antara dua orang yang berjarak, namun juga menawarkan hubungan komunikasi banyak orang melalui jejaring media sosial ( medsos) baik yang berupa WhatsApp, facebook, Instagram, Twitter sampai TikTok dengan tidak ada batas atau rambu-rambu yang menghalanginya, baik dalam penyampaian berita, kata-kata, ucapan, video atau foto bahkan tidak terkendala dengan apa yang disebut waktu dan lebih daripada itu jejak jejak digitalnyapun bisa dilacak bilamana perlu atau dibutuhkan.

Kebijaksanaan, kearifan dan segala filter perasaan dan iman sangat perlu digunakan dengan kesadaran penuh dan dimaksimalkan ketika kita berselancar dan bersosial media dengan layanan digital yang kita gunakan.

Tentu sudah banyak contoh, penggunaan sosial media yang “sembrono”  akan sangat berakibat sesuatu yang tidak kita perhitungkan sebelumnya bahkan fatal.

Naasnya hal tersebut bukan hanya dilakukan pada orang-orang yang menurut takaran kita rendah pengetahuan, tapi juga terbukti menyasar orang-orang ber intelektual tinggi, tahu hukum, pemimpin rohani, politikus bahkan para pendidik yang sangat kental akan etika, sopan santun dan tahu peraturan, baik dari kalangan selebriti sampai pejabat tinggi, “sungguh memprihatinkan”.

Bercermin dengan kejadian-kejadian serta gejala gejala yang ada tersebut, penggiat Komsos Paroki Santa Odilia merasa perlu dan terpanggil untuk menyamakan gelombang dalam cara/metode serta kebijaksanaan/kearifan ketika penyampaikan kabar sukacita dengan para penggiat Komsos di tingkat  lingkungan se Paroki Santa Odilia.

Minggu, 2 Oktober 2022, Jam 11:00 – 16:00 di ruang Paulus, Gedung Damian, Gereja Santa Odilia  telah diadakan acara “Temu Komsos Lingkungan” dengan harapan sinergi yang telah diterima Komsos Paroki dari Komsos KAJ, sekiranya juga dapat di sinergikan ke komsos-komsos lingkungan sebagai kepanjangan tangan penyampaian informasi dari Paroki ataupun Keuskupan ke seluruh jajaran pengurus lingkungan dan akhirnya bermuara ke seluruh umat Santa Odilia.

Dalam sambutan pembukaan. Romo Tino ( Rm Agustinus Triyanto SS.CC ) mengingatkan bahwa di Era digital 4.0 sangat begitu terbukanya arus informasi dari hal yang sederhana sampai canggih, dari yang positif sampai ke hal-hal yang menyeret ke situasi yang negatif.

Lebih dikuatirkan, ternyata banyak beredar dan bermunculan informasi dan berita yang cenderung menyeret ke hal yang negatif, memunculkan akhlak yang tidak sehat, menimbulkan permusuhan, caci-maki dan kemerosotan mental, bahkan kemerosotan nilai kerohanian  dan iman.

Akhirnya terjadi lemahnya filter dan pertimbangan-pertimbangan yang beradab ketika membuat konten atau meneruskan berita, sekalipun berita tersebut adalah hoax.

Romo Tino mengajak kepada kita semua para penggiat Komsos, untuk senantiasa bijak dalam menyampaikan berita, video, foto dan kabar sukacita terlebih lagi kita menghadapi tahun politik 2024.

Romo mengajak, marilah kita banjiri dengan kabar dan konten yang positif dengan lebih banyak, sekalipun sedikit subscriber dan follower, agar masyarakat mendapat berita yang berimbang sehingga diharapkan masih banyak masyarakat yang tetap menjadi insan-insan yang arif, bijaksana, beradab dan tetap mengedepankan rasa “kasih” serta senantiasa “menghargai” sesama makhluk Tuhan.

Sementara itu Romo Richard ( Rm. Richardus Matius Bili SS.CC ) selaku Romo pembimbing Komsos Paroki telah memberikan pesannya, sekiranya kita bisa mengabadikan dengan alat-alat yang kita miliki ( Camera foto, Video ataupun Tulisan ) segala kebaikan dan mujizat dari Allah sekiranya dapat dirasakan orang lain, karena setiap peristiwa dan kebaikan Tuhan belum tentu orang lain bisa menikmati/menyaksikan disaat yang berbeda, namun melalui sarana yang kita miliki sekiranya orang lain juga bisa mendapatkan sukacita dari kemurahan dan kebaikan Yang Maha Kuasa, sehingga akan timbul rasa syukur atas segala karunia-Nya.

Selain itu, Romo juga mengingatkan sekiranya kita harus bijaksana dan senantiasa mengandalkan “filter-filter iman dan perasaan”, saat menyampaikan berita, baik tulisan atau foto/video ketika melakukan pengambilan momen-momen yang berhubung dengan menampilan profil atau wajah seseorang, misalnya dalam aksi bakti sosial dan segala aktifitas kemanusiaan, “Jangan sampai melukai perasaan apalagi membuat malu” ( kesan mempermalukan), baik langsung maupun dikemudian hari kepada orang-orang yang terlibat/object pemberitaan.

Tidak semua kejadian atau berita harus kita siarkan, tetapi kita harus mempertimbangkan banyak segi, efek, etika dan perasaan.

Sementara Ibu Daryati mewakili Seksi Pewartaan, sangat berterima kasih kepada para penggiat Komsos baik di tingkat lingkungan maupun paroki, sekiranya bisa bersinergi dengan seksi-seksi lain, teristimewa dalam rangka menumbuhkan kemandirian di semua seksi pelayanan, yang semula tersetral di Paroki dan sekarang diharapkan juga mandiri di tingkat Lingkungan.

Acara sekilas pembekalan di acara Temu Komsos Lingkungan tersebut terdapat 4 sesi yang sekiranya bisa menjadi hal yang menarik agar para penggiat Komsos Lingkungan bisa ambil bagian dalam kegiatan meneruskan informasi, dari Komsos KAJ dan Program Paroki melalui Komsos Paroki ke segenap umat dan Pengurus di tingkat Lingkungan.

Dalam Sesi 1, Komsoser Andrian Yulianto dan Komsoser Yustinus Onny Pramono, menyampaikan teknik-teknik Fotografi.

Di sesi ini dikupas cara pengambilan gambar yang benar dengan bermacam-macam sudut pandang ( view), komposisi serta lighting yang akan sangat berpengaruh, sebab foto yang kita hasilkan harus bisa “berbicara” sebagaimana kesan yang akan kita sampaikan.

Semua harus direncanakan sebelumnya dengan Metode 5W+1H

Di Sesi 2, Komsoser Ricardus Nong Ari, menyampaikan Teknik Pengambilan Video dan Pembuatan Video.

Video bisa menyampaikan banyak hal, dengan gambar yang bergerak komunikasi dan pesan dapat mudah ditangkap oleh audience, namun tetap harus bijak dalam pembuatan video agar tampak indah, berkesan dan komunikatif.

Sesi 3, di sajikan Teknik Penulisan Berita dan Artikel, dibawakan oleh Komsoser Susilo Pranoto.

Di sesi ini penyaji berusaha mengajak audience untuk bisa berbagi talenta sekecil apapun, di komunitas Komsos akan sangat berguna.

Komsos adalah salah satu komunitas pelayanan menggereja yang tanpa batas usia, profesi, latar belakang dan dari berbagai macam talenta serta disiplin ilmu, dapat berkembang sebagai alat pelayanan kepada kehidupan menggereja.

Jangan hanya puas menjadi umat “Katolik yang minimalis”, namun senantiasa berusaha untuk menjadi “Umat Katolik yang maximalis”.

Komsos adalah setara dengan advertising di dunia marketing mix dimana termasuk dalam bagian dari pilar Promotion ( konsep 4P) , maka diperlukan segala kreatifitas yang positif agar Kabar Sukacita menuju jalan Tuhan dapat tersampaikan, diterima dan dijalankan oleh segenap umat dengan mudah, menyenangkan dan bersemangat, dengan tetap berpegang dan taat pada Peraturan, Norma serta Hierarki Gereja Katolik.

Metode Yokoten ( horizontal sharing ) antar lingkungan haruslah dijalankan, sehingga kebaikan-kebaikan / aktifitas positif suatu lingkungan harus senantiasa disiarkan dan dapat menjadi contoh dan semangat dilingkungan lain untuk bisa melakukan kegiatan positif yang sama, sehingga sukacita akan melanda seluruh umat Santa Odilia pada khususnya dan umat lain pada umumnya.

Untuk menjadi lebih baik, tidak semua “pengalaman” harus dialami, namun pengalaman orang lain juga sangat bermanfaat bilamana kita bisa mensikapi dengan niat yang baik.

Diakhir sesi ini penyaji menyampaikan kiat “Bagaimana untuk bisa menjadi Komsoser yang baik dan diharapkan, dengan filter-filter iman kepada Tuhan”, diantaranya harus berkepala dingin ketika menerima kritikan, dengan rendah hati mau mengkoreksi diri dan senantiasa berpikir positif.

Sesi 4, Penyaji selanjutnya adalah Komsoser Joe Marselo Pranoto. Sesi ini menerangkan tentang Alur Berita, dimana selaku penanggung jawab di bagian Publishing, rekan Joe mengajak semua peserta, teristimewa pada Komsos Lingkungan agar bisa ikut aktif memproduksi konten, serta mempublish ke perangkat media sosial di Paroki baik Website ( yang terintegrasi facebook dan Instagram ) serta media sosial lainnya Twitter dan Tiktok.

Secara teknis, penyaji langsung memperagakan cara upload, posting suatu foto dan berita sehingga tersaji dalam media sosial digital / website.

Diakhir sesi, Ketua Komsos Paroki Komsoser Franklin Iskandar, Wakil Ketua Komsoser R.L. Shieldy S. dan Seksi Produksi Komsoser Suryo Basuindro S. membungkus, menjawab pertanyaan dan memberikan tips-tips dari semua sesi yang ada, sehingga diharapkan dengan waktu yang relatif singkat untuk materi yang cukup banyak, peserta dapat menangkap, bersemangat untuk mencoba dan ambil bagian dalam pelayanan pewartaan kabar sukacita dan hidup menggereja.

Di sesi ini juga dilakukan praktek langsung oleh rekan-rekan Komsos Lingkungan untuk membuat dan mempublish hasil kontennya.

Semoga dengan Temu Komsos Lingkungan ini, dengan segala keterbatasan dan daya upaya disela-sela kesibukan para komsoser tetap bisa bermanfaat, berarti dan menumbuhkan semangat pelayanan dalam Gereja Santa Odilia yang kita cintai ini.

Kiranya berkat, rahmat dan karunia Tuhan Yang Maha Kasih, senantiasa menguatkan kita, sehingga kita tetap bisa memberi arti bagi sesama, sepanjang perjalanan peziarahan hidup kita, teristimewa dalam pelayanan hidup menggereja, selagi kita masih diberi waktu.

Berkah dalem.

Penulis : aspranoto sie Komsos

Tambahan dari Suryo Basuindro:

Di era digital yang serba cepat ini, terjadi gempuran informasi yang sangat masif. Banyak informasi hinggap di gawai kita dengan mudahnya. Salah satu tantangan kita semua adalah mengurangi berita bohong dan memperbanyak berita baik yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Di dalam lingkup Gereja Katolik, salah satu peran utama Komsos adalah menjadi agen informasi (iman Katolik) yang dapat dipercaya kebenarannya. Anggota Komsos, baik Komsos Paroki maupun Komsos Lingkungan perlu memiliki keahlian tertentu agar mampu mengambil peranan sebagai agen informasi yang baik dan benar. Dan di sinilah Komsos merasa perlu melakukan sinergi yang baik, antara Komsos Paroki dan Komsos Lingkungan.

Pada hari Minggu 2 Oktober 2022, pukul 11.00, bertempat di Ruang Paulus Gedung Damian, hadir 44 orang Komsoser (Paroki dan Lingkungan) untuk bersama – sama berbagi pengalaman dan tantangan untuk mewujudkan cita – cita bersama tersebut di atas.

Berikut kami sertakan tautan album foto tangkapan lensa fotografer kami (Agustinus Yulianto dan Suryo Basuindro). Seluruh foto bebas digunakan oleh seluruh umat gereja St. Odilia sebatas untuk kepentingan pribadi dan bukan komersial. Hak Cipta foto ada di ©️Komsos St. Odilia, 2022.

Atau ikuti tautan / link ini: https://photos.app.goo.gl/NWPhVC1xKHU3bbcn9

.

Leave a Reply

Scroll to Top