Tradisi Noveritis dalam Misa Epifani

Oleh: Yulius Maran
Tradisi Noveritis dalam Misa Epifani

Gereja Katolik telah mewariskan banyak tradisi yang dipertahankan sejak zaman Rasul. Salah satu tradisi yang terus dipraktikkan adalah “Noveritis”, yang memiliki peran penting dalam penanggalan Liturgi. Mari kita pelajari lebih dalam tentang tradisi ini.

Noveritis berasal dari bahasa Latin yang berarti “hendaknya kalian ketahui”. Ini adalah ritus pemberitahuan tanggal perayaan Paskah dan Hari Raya lainnya yang tanggalnya tidak tetap. Ritus ini dilakukan setelah bacaan Injil pada Misa Penampakan Tuhan.

Tahun ini, jatuh pada tanggal 4 Januari 2026. Sifat pelaksanaan Noveritis adalah fakultatif.

Teks Noveritis mengumumkan tanggal-tanggal penting dalam kalender Liturgi, seperti:

  • 18 Februari: Hari Rabu Abu, permulaan puasa Prapaskah
  • 5 April: Paskah Kudus
  • 14 Mei: Kenaikan Tuhan
  • 21 Juni: Tubuh dan Darah Kristus
  • 29 November: Minggu pertama masa Adven

Mengapa diumumkan pada Minggu Epifani? Tradisi Noveritis menekankan makna spiritual dan universal dari perayaan liturgi, yang mencakup seluruh tahun liturgi. Karena Minggu Epifani terjadi setelah Natal, itu menjadi momen yang tepat untuk mengarahkan umat pada siklus liturgi yang baru.

Sebelum kalender modern mudah diakses, Gereja menggunakan kesempatan seperti Minggu Epifani untuk menginformasikan kepada umat kapan Paskah jatuh, yang menentukan tanggal-tanggal liturgi lainnya. Tradisi ini biasanya disampaikan dalam bentuk nyanyian atau proklamasi resmi oleh diakon atau imam, untuk menekankan keagungan perayaan tersebut.