KOMSOS ODILIA Belajar Buat FILM

( Oleh : Suryo Basuindro )

Komisi Komunikasi Sosial (Kom-Komsos) gereja Santa Odilia paroki Citra Raya adalah perangkat gereja yang membantu menyalurkan karya penggembalaan pastoral dengan menggunakan fasilitas teknologi komunikasi dan media massa sebagai sarana pewartaan iman kepada umat dan masyarakat. Hal ini, pada masa kini dimaknai sebagai  pewarta kabar suka cita iman Katolik, dengan lebih efektif melalui media audio visual, salah satunya adalah film.

Komsos Keuskupan Agung Jakarta terus mengajak dan mendorong Komsos di seluruh paroki KAJ untuk aktif membuat karya–karya penggembalaan dengan memanfaatkan media komunikasi modern  tersebut. Salah satunya dengan membuat film pendek bertema permenungan, yakni film yang berdurasi maksimal 10 menit dan diputar sebelum Misa atau Ibadat di gereja yang bertujuan memberikan bahan renungan sesuai masa liturgi (Natal dan Paskah) kepada seluruh umat yang hadir dalam gereja (tempat ibadat).

Komsos Odilia pun punyai semangat untuk itu, dengan keinginan yang kuat untuk ikut berkarya dalam dunia film dan disambut baik oleh bapak Guntur Liem. Bapak Guntur adalah salah satu sineas muda yang menjadi ‘langganan’ pastor Harry Sulistyo, Pr. sebagai pastor Pembina Komsos KAJ, dalam menghasilkan film–film pendek rohani berkualitas. Kini papak Guntur sendiri bukan sosok asing di lingkungan Odilia, karena sebelumnya beliau sudah menghasilkan 2 karya film pendek bersama rekan – rekan di lingkungan Santo Yakobus – Citra. Maka bapak Guntur dengan semangatnya, mengajak dan bersedia membantu Komsos Santa Odilia untuk belajar membuat film, sehingga nantinya bisa menghasilkan karya film secara mandiri yang baik.

 

Project FILM “JIKA”

Pertengahan bulan Januari 2017 lalu, diadakan rapat perdana untuk proyek film pendek berjudul “Jika”. Skenario ditulis oleh bapak Guntur Liem sendiri, sekaligus merangkap sutradara. Proyek yang sepenuhnya dibiayai oleh Komsos KAJ, melibatkan cukup banyak potensi umat di paroki kita ini. Berikut Screw Filmnya:

 

 – Produsen film                       : Yovita Yulianti – Agnes Krissia Triana.

– Asisten Sutradara                 : Yohanes Doni.

– Penata Artistik                      : Agustinus Prakoso – Stevanus Laka Adi – Petrus Sutopo Yuwono. 

– Penata Busana – Make Up    : Gita Mollina – Theresia Emili Febri – Laurentina Nita Krisima.

– Tim konsumsi                       : Sisilia Sumiati – Ida Prawiyati – Agustella Monteiro.

– Penata Lampu                       : Yohanes Rendy – Filemon.

– Komsos diwakili                   : Franklin Iskandar

  Yulia Sudaryati untuk menggarap Behind The Scenes (BTS)

  Suryo Basuindro yang belajar menjadi kameramen.

 

Setelah terbentuk screw di atas, diadakan beberapa kali pertemuan untuk persiapan dan koordinasi persiapan casting dan shooting di hari H.

Casting berlangsung pada hari Sabtu, 11 Februari 2017. bertempat di aula gedung Damian. Penjaringan calon pemain ini sangat diminati, dengan banyaknya umat Odilia yang hadir untuk mengikut casting. Semua berharap mendapatkan peran, namun ternyata tidak mudah karena dibutuhkan pemain yang pas dengan karakter dalam skenario film ini

Kemudian bapak Guntur, juga harus melakukan perombakan skenario dan mengolah kembali treatment agar jalan cerita dan penokohan lebih pas, disesuaikan dengan ketersediaan calon pemain yang ada.

Perlu dicatat bahwa seluruh pemain dan kru film yang berasal dari umat Odilia tidak dibayar (free) dalam project ini. Guntur memang melibatkan kru profesional (bayaran) untuk membantu memberikan arahan kepada kru amatir.

Kemudian proses selanjutnya adalah pengambilan gambar, yang dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu, 25-26 Februari 2017. Lokasi terpilih dikediaman Oma Lestari yang sekaligus sebagai peran utama dan juga di kediaman Yovita (Produser). Lokasi shooting outdoor  juga masih di sekitar komplek perumahan Citra Raya. Secara keseluruhan proses pengambilan gambar berjalan lancar meskipun diwarnai beberapa insiden teknis. Namun berkat kepiawaian bapak Guntur beserta tim, problema tersebut bisa diatasi dengan baik.

Akhirnya setelah proses produksi yang melelahkan namun mengasyikkan, film renungan pendek “JIKA” selesai digarap dan siap diputar. Dan memang film ini terpilih untuk diputar secara serempak diseluruh gereja (tempat ibadah) Keuskupan Agung Jakarta sebelum prosesi Jumat Agung (14 April – Paskah 2017).

Terbayar sudah segala keletihan selama proses pembuatan dan Puas semua dibuatnya dengan hasil yang baik. Pengalaman yang benar–benar mengesankan bagi semua anggota tim, umat dan khususnya bagi Komsos gereja Santa Odilia paroki Citra Raya. Sampai jumpa dalam pembuatan Film Rohani lainnya. Tuhan Memberkati.

Leave a Reply

Scroll to Top