Kesehatan – Melawan Corona Ketahui Gejala dan Pencegahannya

Published by joemarselo on

Melawan Corona Ketahui Gejala dan Pencegahannya

Dr. dr. Arlends Chris, M.Si.
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta
Pemain Organ Pipa Gereja Katedral Jakarta

Pada akhir Desember 2019 di Wuhan, Tiongkok, muncul sejumlah kasus pneumonia dengan gejala utama demam, batuk, letih dan kesulitan bernapas. Melalui berbagai penyelidikan, kasus ini secara cepat diidentifikasi sebagai virus corona baru. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menamakan virus itu 2019-nCoV sementara Komite Internasional Taksonomi Virus (ICTV) menyebutnya dengan SARS-CoV-2.
Sejak awal penemuan kasus hingga saat ini (26/03/20), jumlah kasus infeksi Covid-19 di seluruh dunia telah mencapai 480.446 kasus. Berdasarkan data tersebut, 21.571 kasus meninggal dunia, 115.850 kasus dinyatakan sembuh, berdasarkan peta Coronavirus COVID19 Global Cases by Center for Systems Science and Engineering, John Hopkins University & Medicine.

Di Indonesia, sejak kasus pertama (02/03/2020) diumumkan oleh Presiden Joko Widodo, hingga saat ini (26/03/20) terdapat 893 kasus positif Covid-19. Dari data tersebut, 780 kasus dirawat, 78 kasus meninggal dunia dan 35 kasus dinyatakan sembuh, berdasarkan Jakarta Tanggap Covid-19 yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia. Tingginya transmisi penularan penyakit Covid-19 menjadi perhatian dunia. WHO meningkatkan status Covid-19 secara global menjadi Pandemi pada tanggal 11 Maret 2020. Pemerintah Indonesia merespons dengan membentuk Tim Siaga Covid-19 DKI Jakarta yang kemudian berubah nama menjadi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang di ketuai oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Provinsi DKI Jakarta pada tanggal 20 Maret 2020, ditetapkan sebagai Tanggap Darurat Bencana Coronavirus Disease atau Covid-19.

Respon yang cepat dan tanggap ini diperlukan untuk mengantisipasi dampak, percepatan penanganan dan pencegahan Covid-19. Tindakan cepat diperlukan karena transmisi penularannya tinggi, dengan manifestasi gejala klinik mulai dari ringan hingga berat.

Gejala yang timbul akibat infeksi Covid-19 –

  • pada mulanya demam. Tetapi beberapa pasien mungkin tidak mengalami demam dan hanya merasakan menggigil,
  • serta gejala-gejala gangguan pernapasan. Gejala tersebut dapat berupa batuk kering yang ringan, rasa kelelahan, kesulitan bernapas, diare, dan gejala lainnya. Beberapa pasien juga dapat mengalami kesulitan bernapas secara bertahap.
  • Pada kasus berat, penyakit dapat memburuk dengan cepat, menyebabkan sindrom gangguan pernapasan akut, syok septik, asidosis metabolik ireversibel, dan gangguan koagulasi dalam hitungan hari.
  • Akibatnya, pasien terinfeksi Covid-19 dengan kasus berat dapat berkembang menjadi kematian. Kematian tertinggi terjadi pada orang yang rentan, seperti orang dengan fungsi kekebalan tubuh yang buruk, orang lanjut usia, wanita hamil, orang dengan gangguan hati atau ginjal, kencing manis, darah tinggi, pasien kanker, relatif penyakit ini berkembang cepat dengan gejala lebih parah.

Infeksi Covid-19 tidak hanya menyebabkan pneumonia, tetapi juga dapat menyebabkan kerusakan organ lainnya seperti jantung, hati dan ginjal, serta sistem organ seperti darah dan sistem imun.

— Gejala ringan memiliki ciri: demam > 380C, batuk, nyeri tenggorokan, hidung tersumbat dan lemas.
— Gejala sedang memilik ciri: demam > 380C, sesak napas, batuk menetap dan sakit tenggorokan. Pada anak dengan gejala sedang, keluhan berupa batuk, kesulitan bernapas dan frekuensi napas lebih cepat (takipneu).
— Gejala berat memiliki ciri: demam > 380C yang menetap, terdapat infeksi saluran napas dengan tanda-tanda: frekuensi napas > 30x/menit hingga sesak napas dan batuk, serta terdapat penurunan kesadaran.

Gejala klinis yang timbul tersebut disebabkan oleh penularan infeksi Covid-19 dapat melalui beberapa cara, yaitu:

  1. Percikan pernapasan seperti: batuk, bersin, bicara dan tindakan prosedur medis saluran pernapasan invasif, yang kemudian terhirup oleh orang-orang rentan terinfeksi;
  2. Kontak tidak langsung, melalui suatu permukaan benda yang terkontaminasi seperti: benda dengan bahan kaca atau plastik, kayu, dan besi. Penelitian menunjukkan bahwa human coronavirus dapat bertahan sampai 9 hari pada benda-benda tersebut;
  3. Melalui tinja pasien yang terkonfirmasi infeksi Covid-19 (fecal-oral transmission).

Beberapa faktor penyebaran infeksi Covid-19 yang perlu diperhatikan, yaitu:

  1. Kondisi lingkungan, seperti polusi, kepadatan ruangan, kelembaban, kebersihan ruangan, suhu, dan musim;
  2. Tindakan pencegahan, seperti menjaga kesehatan, dan kemampuan isolasi;
  3. Faktor pasien, seperti usia, kebiasaan merokok, penularan, status kekebalan, status gizi, riwayat infeksi penyakit sebelumnya dan kesehatan lainnya secara keseluruhan;
  4. Karakteristik patogen, seperti cara penularan, virulensi dan populasi mikroba.

Identifikasi dini diperlukan untuk dapat mengurangi dan memutus rantai penyebaran serta mengurangi keparahan penyakit dan angka kematian akibat Covid-19. Identifikasi orang dengan kecurigaan Covid-19 didapatkan dengan melihat riwayat perjalanan atau tinggal di daerah terdapat kasus Covid-19 dalam waktu 2 minggu sejak penularan, atau memiliki kontak dengan pasien dari daerah terpapar dalam waktu 14 hari sejak penularan.

Berdasarkan identifikasi awal kemudian ditentukan tata kelola karantina berdasarkan klasifikasi, dibagi menjadi:

  1. Orang sehat, diharapkan tinggal di rumah,
  2. Orang Tanpa Gejala (OTG) karantina di rumah,
  3. Orang Dalam Pemantauan (ODP) karantina di rumah atau Rumah Sakit Darurat Covid-19,
  4. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) karantina di rumah atau Rumah Sakit Darurat Covid-19,
  5. Konfirmasi Covid-19, pasien dikarantina di RS Darurat atau RS Rujukan (tergantung gejala klinis),
  6. Pasien meninggal, pula sara jenazah sesuai ketentuan.

Tindakan pencegahan diperlukan dengan upaya kesehatan individu dan rumah –

  • seperti: mencuci tangan lebih sering dengan sabun dan air, hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dicuci.
  • Hindari berjabat tangan dan berinteraksi fisik dekat dengan orang yang memiliki gejala sakit.
  • Bila interaksi fisik tidak dapat dihindari, buatlah jarak minimal 1 meter dengan orang lain.
  • Segeralah mengganti baju dan mandi setelah bepergian keluar rumah.
  • Tutuplah mulut saat batuk dan bersin dengan lengan atas dan ketiak atau dengan tisu yang langsung harus dibuang ke tempat sampah dan segera mencuci tangan dengan sabun dan air atau hand sanitizer.
  • Secara rutin, bersihkan benda-benda yang sering disentuh seperti telepon genggam, dompet, dan benda lainnya dan permukaan perabotan rumah dengan desinfektan.
  • Atur ventilasi udara di ruangan rumah dengan baik.

Selain itu, perlu juga meningkatkan kekebalan tubuh dengan cara –

  • makan makanan seimbang dengan nutrisi cukup, perbanyak makan sayuran dan buah.
  • Hindari memakan daging mentah serta menjaga kesehatan mulut.
  • Berhenti merokok dan batasi konsumsi alkohol karena dapat memperberat fungsi organ tubuh.
  • Olahraga secara rutin minimal 45 menit sehari untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Olahraga disesuaikan dengan usia dan kondisi tubuh.
  • Tidur yang cukup 6-8 jam sehari.
  • Kendalikan penyakit penyerta seperti kencing manis, darah tinggi, dan asma dengan cara minum obat secara teratur dan terkontrol.
  • Atasi stres selama wabah Covid-19 dan cari pertolongan medis jika muncul demam, batuk, bersin, pilek atau gejala pernapasan lainnya.

 

Nomor penting yang harus diketahui untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:

Posko Tim Tanggap Covid-19 Dinas Kesehatan DKI Jakarta,
nomor telepon: 112, 081 112 112 112 atau 081 388 376 955,
atau melalui hotline Covid-19 di 119 ext 9.

Sumber:
1. Coronavirus Covid-19 Global Cases by the Center for Systems Science and Enginnering John Hopkins University & Medicine.
Diambil dari: http://www.coronavirus.jhu.edu/map.html
2. Data pemantauan Covid-19 DKI Jakarta. Diambil dari: http://www.corona.jakarta.go.id/id/data
3. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Maret 2020. (2020). Pedoman Penanganan Cepat Medis dan Kesehatan Masyarakat Covid-19 di Indonesia. Jakarta.
4. Kampf, G., Todt, D., Pfaender, S., & Steinmann, E. (2020). Persistence of coronavirus on inanimate surfaces and their inactivation with biocidal agents. Journal of Hospital Infection 104:246-251.
5. Yuen, KS., Ye, ZW., Fung, SY., Chan, CP & Jin, D.Y. (2020). SARS-CoV-2 and COVID19: The Most Important Research Questions. Cell & Bioscience 10:40.
6. Zhou, W. (2020). The Coronavirus Prevention Handbook: 101 Science-Based Tips That Could Save Your Life. Wuhan.


joemarselo

Komsos Odilia Citraraya

0 Comments

Leave a Reply