Himbauan Untuk Umat Untuk Misa Off-Line

Published by komsosodiliacitraraya on

HIMBAUAN UNTUK UMAT

PERSYARATAN UMAT MISA OFFLINE

  1. Misa Offline adalah Misa Wilayah. Pengaturan Jadwal Misa akan ditentukan oleh Paroki.
  2. Terdaftar dalam BIDUK Paroki Citra Raya-Gereja St. Odilia. Paroki tidak menerima Umat dari luar Paroki, mengingat kapasitas Gereja terbatas.  
  3.  Terdaftar dalam Daftar Absensi yang dikeluarkan oleh Ketua Lingkungan.
  4. Mengisi Assessment Kesehatan via Google Form. Umat yang tidak mengisi Assessment Kesehatan, dianggap batal mendaftarkan diri.
  5. Mempunyai bukti Tiket Belarasa. Identitas ini didapatkan dari Ketua Lingkungan pada H-1 sebelum Misa Offline.
  6. Dalam keadaan sehat, tidak sedang demam/batuk/pilek/sakit tenggorokan/sesak 
  7. Tidak berstatus ODP (Orang Dalam Pemantauan) atau PDP (Pasien Dalam Pengawasan).
  8. Bukan kategori Lansia (usia diatas 60 th), Anak-anak (usia 0-17 th) dan Ibu Hamil.
  9. Membawa Tiket Belarasa saat akan mengikuti Misa di Gereja. Petugas TGKP (Tim Gugus Kendali Paroki) berhak menolak umat bila tidak dapat menunjukkan Tiket Belarasa.

PERHATIAN . . .

  1. Tiket Belarasa TIDAK DAPAT DIPINDAHKAN TANGAN ke Umat lain. 
  2. Umat yang tidak dapat hadir Misa karena kondisi kesehatannya, tetapi sudah mempunyai Tiket, WAJIB menginformasikan ke Ketua Lingkungan untuk didata dan dilaporkan pada TGKP.
  3. Kotak kolekte berada didepan pintu masuk Gereja, mohon umat mempersiapkannya. Setelah memasukkan uang Kolekte, umat mencuci tangan dengan hand sanitizer yang telah disiapkan.
  4. Gereja akan dibuka 45 menit sebelum Misa berlangsung.
  5. Wajib menggunakan Masker selama berada di dalam Gereja dan saat mengikuti Misa.
  6. Membawa peralatan kesehatan pribadi seperti masker, hand sanitizer berbasis alkohol 70%.
  7. Tidak menggunakan perlengkapan kesehatan yang berlebihan seperti face shield, baju Hazmat, sarung tangan, dll. Gereja tidak menyediakan tempat sampah. Umat dihimbau tidak membuang sampah di area Gereja.
  8. Gereja tidak menyediakan buku Puji Syukur. Umat diperkenankan membawa perlengkapan ibadah sendiri.
  9. Umat tidak melakukan kontak fisik dengan umat lain seperti bersalaman, berpelukan, dan selalu menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang sekelilingnya.
  10. Mematuhi arahan TGKP.

PROTOKOL MASUK & PROTOKOL KESEHATAN

  1. IDENTIFIKASI UMAT
    • Umat datang menunjukan Tiket Belarasa untuk discan Petugas TGKP.
    • Umat yang tidak membawa Tiket Belarasa tidak diperkenankan masuk ke dalam Gereja, dengan alasan apapun
  2. PEMERIKSAAN SUHU TUBUH 
    • Umat antri pada lajur yang telah ditentukan. Ada 6 Thermal Gun yang disediakan pada 2 pintu masuk yang berbeda. 
    • Umat dengan suhu dibawah 37.5°C dipersilahkan melanjutkan antrian berikut. 
    • Umat dengan suhu diatas 37.5°C, diminta untuk beristirahat selama 5 menit, sebelum dilakukan pemeriksaan suhu ulangan. 
    • Apabila setelah beristirahat dan dilakukan pemeriksaan suhu ulangan, umat masih didapati suhu diatas 37.5°C, umat diarahkan ke Posko Kesehatan (diluar halaman Gereja) untuk diperiksa dan disarankan memeriksakan diri pada Fasilitas Kesehatan terdekat (Klinik Keluarga Sehat Medika jl Citra Raya Boulevard blok E1/ 16 R). Keluarga yang hadir bersama dengan Umat tersebut, tidak diperkenankan mengikuti Misa.
    • Setelah lolos pemeriksaan suhu tubuh, menuju ke titik antrian Cuci Tangan.
  3. CUCI TANGAN DENGAN SABUN
    • Ada 11 lajur Titik Cuci Tangan, 3 di pintu dekat sekolah Tarakanita (pintu 1), dan 8 di pintu dekat Pos (pintu 2).
    • Umat mencuci tangan kurang lebih 20 detik menggunakan sabun cair dan air mengalir. 
    • Setelah mencuci tangan umat masuk ke dalam gereja, mengikuti antrian dan tetap menjaga jarak
    • Kotak Kolekte berada didepan pintu masuk Gereja
  4. PENGATURAN DUDUK
    • Umat akan diarahkan oleh Petugas Penata Umat.
    • Umat TIDAK DIPERKENANKAN memilih kursi nya sendiri . 
    • Kursi di balkon tidak digunakan.
    • 1 baris Kursi diisi oleh 2 orang tidak boleh lebih, dengan melihat tanda/rambu yang boleh diduduki oleh umat.

    PROTOKOL LITURGI

    1. Misa dilaksanakan dengan waktu yang singkat tanpa mengurangi kekhusukan.
    2. Lagu yang dipersiapkan hanya lagu Pembuka dan Penutup saja. Puji Syukur tidak disiapkan Paroki. Umat diperbolehkan membawa dari rumah.   
    3. Tata cara penerimaan Komuni :
      • Sebelum masuk pada Antrian Titik Komuni, Umat akan menyemprotkan hand sanitizer secara mandiri yang disiapkan pada kursi baris ke-2. 
      • Penerimaan Komuni hanya dilayani dengan menggunakan tangan.
      • Melepaskan masker sebelum menyantap Tubuh Kristus, kemudian memasangnya kembali.
      • Setelah menerima Komuni, umat menyemprotkan hand sanitizer secara mandiri yang disiapkan pada kursi baris ke-2 sebelum kembali ke tempat duduk.
    4. Menggunakan Masker selama berada didalam Gereja
    5. Saat Salam Damai tidak melakukan kontak (bersalaman) dengan Umat lain. Cukup membungkukkan badan. 

    PROTOKOL KELUAR & PROTOKOL KESEHATAN

    1. Setelah Berkat penutup, Umat tetap duduk di kursi, menunggu pengaturan dari Petugas Penata Umat.
    2. Umat yang duduk pada barisan paling depan akan keluar terlebih dahulu. Umat keluar satu persatu dipandu Petugas Penata Umat, sampai seluruh Gereja kosong.
    3. Pintu keluar adalah pintu kiri dan kanan Altar. Wajib menjaga jarak dengan orang disekitarnya. 
    4. Umat dipersilahkan berdoa di patung Pieta dengan menjaga jarak aman.
    5. Umat segera keluar dari halaman Gereja. Tidak melakukan kontak fisik dengan umat lain seperti bersalaman, berpelukan, dan selalu menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang sekelilingnya.
    6. Setelah seluruh Umat keluar dari Gereja, pintu Gereja ditutup oleh Petugas Penata Umat.

    PERSYARATAN PETUGAS MISA OFFLINE

    1. Yang dimaksud Petugas adalah : Petugas Liturgi, Petugas Peliputan (KOMSOS), Tim Kesehatan dan TGKP.
    2. Terdaftar dalam BIDUK Paroki Citra Raya-Gereja St. Odilia.   
    3. Mendaftarkan secara kolektif pada Ketua Seksi masing-masing. Ketua Seksi melaporkan kepada  TGKP (Ibu Ike/Ibu Inne via WA) data Petugas dengan format : Nama, Tgl Lahir, No KK (BIDUK), No Anggota (BIDUK), Alamat Email, No Telepon WA. Data dikirim dalam format Excel, tidak menerima pendaftaran manual (tulisan tangan dan di foto).
    4. Mengisi Assessment Kesehatan melalui Google Form.
    5. Hadir 90 (sembilan puluh) menit sebelum Misa. Datang tidak bersamaan dengan Umat. 
    6. Melakukan Protokol Kesehatan. 
    7. Dalam keadaan sehat, tidak sedang demam/batuk/pilek/sakit tenggorokan/sesak. 
    8. Tidak berstatus ODP (Orang Dalam Pemantauan) atau PDP (Pasien Dalam Pengawasan).
    9. Bukan kategori Lansia (usia diatas 60 th), Anak-anak (usia 0-17 th) dan Ibu Hamil.
    10. Menggunakan Masker selama berada diarea Gereja.

    PENGUMUMAN

    1. Kantor Sekretariat buka hari Senin – Sabtu pk. 08.00 – 12.00 dan 18.00 – 20.00. Hari Minggu kantor Sekretariat TUTUP.
    2. Umat yang memerlukan pelayanan administrasi wajib mengikuti protokol kesehatan (pengecekan suhu tubuh, menuliskan daftar hadir, menggunakan hand sanitizer) yang dilakukan oleh Security didepan pintu halaman Gereja, dan menggunakan masker selama berada didalam lingkungan Gereja.
    3. Fasilitas Gereja seperti Gua Maria, Ruang Adorasi, Perpustakaan ditutup untuk Umat. 
    4. Parkir kendaraan di area Tarakanita. Mohon mengikuti Protokol yang ditetapkan, dan tidak membuang sampah di area Tarakanita.
    5. Tidak diperkenankan menurunkan Penumpang di area pintu masuk.

    — selesai —


    3 Comments

    Agustinus Yulianto · 03/08/2020 at 20:54

    Mantap Om Joe….

    Radot · 21/10/2020 at 05:47

    Segitu completed nya kah umat hanya untuk bersekutu dengan Tuhan hingga memakai aturan yg sangat ketat, tanda-tanda akhir zaman

    Linche Junus · 21/10/2020 at 08:09

    Trims detil infonya GBU

    Leave a Reply