Dipanggil dan diutus Untuk Melayani

( Oleh : Simon Fallo )

Kita semua dipilih, dipanggil dan diutus oleh Allah untuk menjadi pewarta dan pelayan di dunia. Pewartaan dan pelayanan itu menjadi  nyata dalam segala karya kita baik sebagai pemimpin, guru, dokter, suster, pastor dan lain sebagainya. Bagaimana menghayati dan menghidupi karya dan pelayanan yang dipercayakan kepada kita? Berikut hasil wawancara team melodi dengan Sr. Yustin, ALMA sebagai penanggung jawab karya pelayanan di komunitas Bhakti Luhur  paroki St.  Odilia-Citra Raya.

 

* Siapa pencetus lahirnya Yayasan Bhakti Luhur dan AlMA, serta kapan berdirinya suster? 

Pencetus lahirnya atau pendiri yayasan Bhakti Luhur dan ALMA adalah Romo Paul Yansen, CM. Yayasan Bhakti Luhur resmi berdi pada 5 Agustus 1959. Sedangkan ALMA (Akademi Lembaga Misionaris Awam)  berdiri pada tahun 1960. Dalam perjalanan waktu “akademi” diubaha menjadi “Asosiasi”. Jadi ALMA merupakan Asosiasi Lembaga Misionaris Awam. Perhatian ALMA terfokus untuk menyerahkan diri sepenuhnya untuk membantu dan memberdayakan anak-anak cacat dalam kebersamaan dengan mereka.

 

* Sudah berapa lama suster melayani anak-anak yang  berkebutuhan khusus di komunitas bhakti luhur ini? Dan berapa jumlah anak-anak yang dibimbing dan dididik disini suster?

Saya sudah melayani anak-anak  di komunitas ini selama 5 tahun bersama teman-teman saya yakni Sr. Yulita dan Sr. Ursula. Sedangkan anak-anak disini sekarang berjumlah 26 yang tinggal di dalam komunitas dan sekitar 26 tinggal sama orangtuanya {antar jemput).

 

 * Apa yang senantiasa memberi semangat kepada suster sehingga selalu sabar dan setia melayani anak-anak disini dengan penuh kasih?

Saya senantiasa melihat anak-anak ini  sebagai Yesus. Kehadiran mereka selalu menguatkan dan memberi semangat kepada saya. Saya yakin bahwa mereka hadir sebagai Yesus untuk saya maka saya akan melayani mereka dengan penuh kasih, karena Yesus sendiri bersabda “Apabila kamu melayani salah satu dari saudara-Ku yang paling hina ini, maka sesunguhnya kamu melayani Aku”   demikian ungkap suster kelahiran Jumapolo, Karang Anyer ini penuh semangat.

 

* Apa visi dan misi AlMA dalam melayani anak-anak ini? Dan yayasan Bhakti Luhur dengan para suster hadir di Citra Raya sejak kapan?

Visi: mengjangkau yang tak terjangkau;  Misi: tinggal serumah, semeja, sehati, sejiwa dengan anak cacat dan perawat serta puteri Bhakti Luhur. dengan anak-anak. Sedangkan Bhakti Luhur dan ALMA  hadir di paroki St. Odilia pada 11/09/2009, pada masa jabatan Rm. Anton supranto, SSCC.

 

* Kehadiran Bhakti Luhur dan ALMA di Citra Raya merupakan inisiatif atau undangan dan dukungan dari siapa suster?

Kehadiran kami di Citra Raya merupakan jawaban atas  undangan langsung dari bapak Ciputra. Beliau juga sangat mendukung kami dalam karya pelayanan ini. Apabila ada kesulitan beliau selalu mendukung dan membantu, misalnya soal dana operasional terhadap anak-anak, suster dan anak-anak berobat secara gratis ke Ciputra hospital, dan lain sebagainya. Jadi bila ada kesulitan Allah menghadirkan Bpk. Ciputra untuk membantu kami. 

 

* Sebagai sebuah komunitas ALMA di Citra Raya tentu tidak bebas dari tantangan. Tantangan atau kesulitan apa yang suster hadapi dengan saudara-saudara sekomunitas? 

Sebagai manusia dengan latar belakang yang berbeda-beda dan hidup satu komunitas tentu ada yang namanya beda pendapat dan salah paham. Tetapi dalam mewaspadai kecenderungan itu, maka kami hidupi dan terapkan komunikasi secara terbuka, misalnya kami sharing pengalaman minimal seminggu sekali. Dengan demikian kami bekerja sama dan melayani dengan baik dan segala kesulitan dapat kami hadapi dan mencari solusinya secara bersama-sama.

 

* Lalu tantangan apa yang suster alami ketika berhadapan dengan para orangtua yang menitip anaknya disini?

Para orangtua yang memercayakan kami dan menitip putra/I mereka untuk kami rawat disini pada umumnya sangat pengertian dan mendukung kami. Tetapi ada juga orangtua yang kurang bersyukur dan berterimaksih bahkan pernah berbohong dengan alasan yang tidak jelas. Misalnya ada orangtua yang sengaja membuang anaknya di depan gerbang komunitas lalu pergi tanpa pesa apapun. Maka kebanyakan anak-anak ini kita tidak tahu dimana sehingga kesannya anak-anak ini hidup tanpa orangtua. Lalu ada orangtua yang menuntut atau bersungut-sungut apabila perkembangan anaknya lambat baik secara mental maupun fisik. Orangtua yang seperti itu biasanya kami panggil dan berbicara secara jujur dan terbuka.

 

* Bagaimana perhatian dan dukungan dari paroki St. Odilia baik dari para pastor maupun umat?

Sejauh ini para pastor khususnya pastor paroki dan juga umat paroki St. Odilia sangat memberi perhatian dan dukungan baik secara materi maupun spiritual. Misalnya  banyak kunjungan dari pastor dan umat, secara khusus dari Legio Maria dan WKRI.

Leave a Reply

Scroll to Top