Liputan Khusus LDK KKMK, Fisita Anyer 26-27 Agustus 2017

Published by Sutopo Yuwono on

Oleh : Sutopo Yuwono

Siapakah KKMK itu ?

“Ada yang lain dengan LDK kali ini”, begitu ujar Bpk Hari Mulyono, salah seorang pendamping KKMK St. Odilia Paroki – Citra Raya, ketika dijumpai di Gedung Damian Gereja St. Odilia.

Apanya yang berbeda? itu yang membuat penulis semakin penasaran untuk mengikuti kegiatan tersebut mulai dari awal hingga selesai.

“Sebenarnya Acara LDK sudah dimulai sejak dari ketika kita mulai berkumpul di Gereja pukul 14 : 00 siang tadi”, begitu ucap Bpk Hari Mulyono ketika mengawali sambutan pembukaan pada malam itu, sabtu 26 Agustus 2017 di fisita anyer, Banten.

beberapa saat setelah acara dibuka secara formal, peserta diajak untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu hari Merdeka. Antusiasme peserta sudah mulai nampak dari keceriaan, semangat dan suara lantang mereka ketika menyanyikan lagu tersebut.

Acara sesi pertama diisi oleh Bpk. Yohanes saman yang membawakan materi tentang kepemimpinan sesuai dengan ARDAS Keuskupan Agung jakarta. Materi dibawakan oleh Bapak Yohanes saman dengan cukup padat, karena biasanya materi tersebut dibawakan dalam 3 hari, malam ini harus tuntas dalam waktu kurang dari 2 jam. Tapi walau begitu tidak mengurangkan nilai dari materi yang disampaikan. Materi berhasil diringkas oleh bapak saman dengan cukup jelas dan padat.

” Siapakah KKMK itu?”, itu satu pertanyaan yang ditekankan Bpk. Yohanes Saman ketika mengakhiri sesi 1, yang tidak perlu dijawab saat itu juga, tapi nanti akan terjawab dengan sendirinya setelah mengikuti sesi sesi berikutnya.

Kami Muda, Kami semangat, kami siap melayani

Acara dilanjutkan dengan Pentas Seni dari peserta LDK. Rupanya beberapa hari sebelum hari H, sudah dilakukan pembentukan kelompok untuk membawakan pentas seni pada saat acara. Untuk memudahkan koordinasi, kelompok dibentuk berdasarkan wilayah tempat tinggal peserta, ada 5 kelompok peserta.

Masing-masing kelompok diberi sebuah tema yang terkait yang akan ditampilkan pada malam pentas seni di acara LDk tersebut. Ada 4 tema yang diberikan panitia, yaitu tentang semangat kebangsaan, semangat pelayanan, kebhinekaan, dan kepemimpinan.

Meskipun kelompok sudah dibentuk beberapa hari sebelum hari H, tapi karena kesibukan dan waktu yang relatif mendesak, tidak semua kelompok bisa berkumpul untuk mendiskusikan tentang pentas yang akan dibawakan ataupun berkumpul untuk latihan. Sehingga beberapa saat sebelum tampil ada yang baru mencari lagu, mencari puisi, membuat yel yel untuk dibawakan. Tapi meski begitu tidak mengurangkan semangat mereka untuk memberikan yang terbaik. Sungguh yel yel ” Kami Muda, Kami Semangat, Kami siap melayani” bukan hanya ucapan dan tulisan penghias spanduk saja, tapi benar – benar menjadi spirit mereka.

Dan hasilnya, rata-rata penampilan mereka cukup membuat para peserta yang lainnya juga para pendamping cukup terhibur. Menarik, lucu, gokil, penuh makna dan tidak terduga, kira-kira seperti itu kesannya apabila digambarkan dengan kata-kata. bahkan tema yang diberikan pembimbingpun dapat diwujudkan dengan sangat baik melalui aksi pentas mereka.

“Luar biasa sekali teman-teman muda ini, meskipun belum sempat latihan dan serba dadakan, tapi sudah mampu memberikan seperti apa yang diharapkan dari para pendamping”, begitu ucap suster vincent saat memberi tanggapan tentang pentas seni yang dibawakan teman-teman KKMK tersebut, “seandainya lebih banyak lagi waktu persiapanya, tentunya hasilnya akan semakin maksimal”, lanjutnya.

Selain penampilan dari peserta, ternyata ada juga penampilan spesial dari para pendamping.

Para Pendamping KKMK turut berpose

Mereka membawakan lagu “Bangun Pemuda Pemudi”, dan mengajak semua peserta untuk menyanyikannya bersama-sama. Pilihan lagunya sesuai sekali dengan semangat LDK KKMK tersebut, semoga kebangunan kaum muda KKMK ini menjadi awal yang baik bagi masa depan Gereja juga Bangsa dan Negara.

Belajar dari Garam, Merica, Cabai dan Ketumbar

Ada satu hal yang sangat menarik pada penampilan pensi KKMK tersebut. Salah satu anggota kelompok 1 yang dipilih sebagai juru bicara kelompok, dengan gayanya yang gokil telah membuat teman-teman anggota kelompoknya sendiri gregetan karena berbicara melantur dan melawak tidak karuan, padahal mungkin maksudnya tidak sedang melucu.

“keburu lupa ini”, ucap koko sthepen salah satu anggota kelompok

“bikin hilang konsentrasi aja” ucap mbak paulina dengan nada gregetan, mbak paulina ini adalah salah satu anggota KKMK yang telah sering tampil membacakan puisi dengan sangat indah pada acara – acara KKMK yang lain.

bahkan secara spontan, anggota kelompok lainnya sempat menjauh dan meninggalkan mas Dio sendirian dipanggung.

Tapi tentu saja tidak benar-benar meninggalkan, tidak benar – benar marah dan kecewa, itu semua hanya ungkapan isi hati yang dicurahkan dalam wujud candaan. Kalau bukan karena kedekatan, kalau bukan pula karena cinta diantara mereka, mana mungkin hal itu mampu diungkapkan secara blak-blakan tanpa marah apalagi tersinggung. Di situlah letak keindahanya.

Tidak ada yang buruk, mungkin kata itu tepat untuk menggambarkan kejadian malam itu, yang secara sepintas dianggap tidak berkualitas, tapi nyatanya justru yang paling membuat para peserta dapat tertawa gembira.

Tuhan telah menciptakan manusia dengan dibekali talenta yang berbeda – beda, ada yang pandai bernyanyi, ada yang pandai melawak, pandai berpuisi, pandai bermain musik dan sebagainya. Seperti bumbu, ada yang pedas, ada yang manis, ada yang asin , ada yang tawar dan sebagainya yang akan menjadi lezat jika diracik secara tepat. Begitu juga dengan talenta, jika diracik secara tepat akan menghasilkan sesuatu yang berguna. Mungkin itu salah satu hakekat kepemimpinan, mampu meracik berbagai macam talenta yang dibekali Tuhan kepada setiap dari kita, seperti yg ingin disampaikan dalam narasi yg dibacakan mbak valentina noge dalam pentas seni tersebut.

Mengendapkan nilai dalam kedalaman hati

Untuk melengkapkan pengalaman hari itu, acara dipungkasi oleh seluruh peserta dan pendamping untuk meresapkan dan mengendapkan dalam hati nilai – nilai yang didapat melalui renungan yang dibawakan oleh suster Sbastiana dan Suster Vinsen.

Suasana seketika hening ketika alat penerangan mulai dipadamkan, hembusan angin sesekali menerpa kulit dengan lembut, sayup -sayup terdengar deburan ombak dari kejauhan juga sesekali terdengar canda tawa orang-orang yang sedang bergembira di tempat lain.

dimulai dengan membuat tanda kemenagan Tuhan, dan lagu pembukaan, suster mulai membacakan renungan yang diiringi oleh suara gitar yang dimainkan saudara Alvian.

Dalam renungannya suster menyampaikan pokok – pokok nilai pelayanan dan kepemimpinan.

The Real Bhineka Tunggal Eka

Belum rela untuk berpisah, begitulah KKMK, maka setiap selesai sebuah acara, biasanya mereka masih berkumpul untuk sekedar berbincang – bincang saling mencurahkan rasa, bernyanyi bersama-sama, atau minum susu jahe dan ngopi di angkringan. Begitu juga dengan malam itu, meskipun acara sudah ditutup dengan renungan malam, tapi masih dilanjut dengan minum kopi, teh, makan pisang rebus sambil secara bergantian menari dengan penuh kegembiraan.

Ketika lagu “Gemu Famire diputar”, tanpa dikomando, beberapa teman KKMK segera bangkit berdiri menuju ke depan, membentuk barisan dan kemudian memperagakan tarian indah dari Maumere tersebut.

Tak hanya itu, setelah durasi gemu famire selesai, dilanjut dengan sinandang tulo atulo dari medan, lagu campur sari dari jawa, jaipongan dari tanah pasundan, lagu daerah ambon bahkan lagu dari tiongkok, Semua dinyanyikan sambil menari bersama-sama dengan penuh suka cita.

Sungguh sebuah wujud nyata dari Bhineka Tunggal Eka.

Mengenang Ikrar Komuni Pertama, Kerelaan Hati Mengikuti Yesus

LDK hari ke2 dimulai dengan Misa Kudus yang dipersembahkan oleh Romo Asran SSCC. Kalau biasanya lagu MIsa diiringi dengan Organ, kali ini diiringi dengan gitar yang dimainkan oleh Mas Ardi dan Mas Alvian, aggota KKMK. Mulai dari pembukaan sampai dengan lagu penutup dapat diiringi secara khidmat dengan gitar.

Dalam Homilinya, Romo menyampaikan tentang pentingnya Pelayanan bagi hidup kita secara pribadi guna mengalami perjumpaan dengan Yesus. Romo bercerita bahwa apabila kita mengikuti Misa hanya sebagai formalitas, hanya sekedar datang ke Gereja, duduk, setelah misa selesai pulang, maka tidak akan ada gunanya.

Kaitannya dengan pelayanan, tentu saja orang-orang yang terlibat secara langsung dengan pelayanan akan lebih banyak terlibat kegiatan di Gereja, sehingga disadari keintiman dengan Yesus akan semakin terpupuk. Romo juga berkata bahwa jika kita sekali terjun pelayanan, maka akan timbul kerinduan untuk melayani yang lebih lagi.

Ada yang istimewa dalam Misa tersebut, yaitu umat menerima Komuni secara langsung dari tangan Romo, hal ini mengingatkan Ketika kita pertama kali menerima Komuni pertama. Romo Asran mengajak umat untuk mengingat kembali janji ketika menerima Komuni pertama, yaitu kerelaan hati untuk mengikuti Kristus, dan diharapkan mulai hai ini para anggota KKMK akan semakin mantab dan siap dalam pelayanan.

Terjawabnya sebuah pertanyaan besar

Sebelum sarapan pagi peserta diajak untuk berfoto bersama, di depan banner Kegiatan LDK.

Foto di depan banner ‘Kami Muda, Kami semangat, Kami siap melayani’

Seusai makan pagi, yaitu pada pukul 08 : 30 pagi, peserta diminta berkumpul kembali dengan pakaian out door dan siap basah untuk kegiatan out bond.

Peserta dibagi menjadi 5 kelompok yang masing – masing beranggotakan 7 sampai dengan 8 orang. setelah dibagi kelompok, peserta diajak untuk ice breaking dan membuat yel yel sebagai penyemangat ketika mengikuti acara game pos.

Ada 5 pos yang harus dilewati peserta, dimana setiap pos akan ada sebuah game yang akan dimainkan peserta. Pada setiap pos, dengan bantuan pendamping, peserta diajak menuliskan apa yang makna yang terkandung selama mengikuti game. Hasil sharing itulah sebenarnya materi yang ingin disampaikan dalam kegiatan LDK tersebut.

Materi sengaja disampaikan melalui out bond dan permainan dengan tujuan agar selain tidak membosankan, juga karena ingin mengajak peserta secara langsung mengalami dinamika dalam kelompok. Dan harapanya, karena mengalami secara langsung, diharapkan akan lebih cepat menyerap materi yang ingin disampaikan.

selain 5 game dalam setiap pos, ternyata masih ada 3 game lagi, yaitu mengisi air dalam pipa bocor, mengambil bola dengan mata tertutup secara berkelompok dan puzzle. Mungkin bagi sebagian besar peserta game tersebut sudah tidak asing lagi, tapi pemaknaannya masih compatible dengan dinamika pelayanan di Gereja, jadi masih sangat menarik untuk dimainkan kembali.

Untuk semakin menegaskan materi yang disampaikan, di akhir acara out bond, bpk Yohanes Saman menyampaikan makna dari rangkaian game yang dimainkan. Pada kesempatan itu, terjawablah pertanyaan siapa itu KKMK? yaitu kita semua, bukan hanya aku, atau kamu, bukan hanya pengurus atau anggota atau pendamping saja.
Hadir juga perwakilan dari dewan Paroki, Bpk Julianus Laowo yang menyatakan dukungannya terhadap kegiatan LDK KKMK tersebut. Beliau berpesan bahwa diharapkan generasi muda ini akan terlibat dalam pelayanan di dewan paroki.

Merangkum semua kegiatan, Romo Asran diminta memberikan closing statemen terhadap kegiatan LDK tersebut. Pada kesempatan tersebut, Romo menyatakan bahwa tidak akan mengulangi topik bahasan materi LDK, karna sudah disampaikan Bpk. Yohanes Saman dengan cukup jelas.

Romo bercerita bahwa akhir – akhir ini mulai banyak kaum muda yang turut melayani di Gereja, beliau juga berkata bahwa pelayan di St. Odilia ini paling banyak jumlahnya. Romo berharap, agar kedepannya pelayanan di Gereja didominasi oleh lebih banyak lagi kaum muda. Sungguh, indikasi dari masa depan Gereja yang semakin gemilang.

Berkumpul dan Memecahkan Roti bersama – sama

Rupanya masih ada sesi selanjutnya, tapi kali ini bukan teori juga bukan permainan, tapi langsung aksi nyata. Teman – teman peserta LDK bersama para pendamping diajak berkumpul saling berhadap – hadapan, di depannya terhampar daun pisang yang digelar memanjang.

Kebersamaan dalam kesederhanaan

Setelah Doa makan yang dipimpin salah seorang dari peserta, bungkusan ayam bakar di depan mereka mulai dibagikan satu per satu, ditambah sambel dan lalapan segar dari labu rebus, timun, kool, kacang panjang dan daun kemangi tampak segar menghias gelaran daun pisang. Mulai dari ujung ke ujung, nasi liwet dibagikan sesuai takaran masing-masing. Kemudian mereka bersantap bersama dengan gembira yang sesekali diiringi joke joke dan candaan segar.

Hmmm, lengkap sudah kegembiraan waktu itu.

***

Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
Lalu ketakutan melanda semua orang, sebab rasul-rasul itu mengadakan banyak mukjizat dan tanda ajaib. Semua orang yang percaya tetap bersatu, dan semua milik mereka adalah milik bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. Dengan bertekun dan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergiliran dan makan bersama-sama dengan gembira dan tulus hati, sambil memuji Allah dan mereka disukai semua orang . Tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan. (Kis 2:42-47)


0 Comments

Leave a Reply